1. Make you smile when you're down
2. gives you a goodbye kiss even when your friends are watching
3. holds your hands in a perfect time
4. be funny but knows when to be serious
5. reacts so cutely when you hit him though actually hurts
6. stares at you when he thinks you don't notice
7. gets a little jealous sometims but know he's the one you love
8. waits for an hour just to spend a minute with you
:)
Jumat, 04 Juni 2010
10 things about my feelings
1. I love you just for who you are
2. I love you no matter what have happened to us
3. I love you because your kind heart
4. I love everythings about you
5. I love you without care about what they said
6. I love you even you are not feel the same way
7. I need you because I love you
8. I just can’t let you go on
9. I’m really glad ever had you and being yours
10. I just can’t stop loving and missing you all the time
2. I love you no matter what have happened to us
3. I love you because your kind heart
4. I love everythings about you
5. I love you without care about what they said
6. I love you even you are not feel the same way
7. I need you because I love you
8. I just can’t let you go on
9. I’m really glad ever had you and being yours
10. I just can’t stop loving and missing you all the time
U-A-S !!
hey hey blogger <3 minta doanya ya semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa senin depan gue mau UAS , UKK , Ulangan semester 2 , ulangan kenaikan kelas yaaaa what ever do you say yg jelas ULANGAN!! ga kerasa bgtttttttttt baru kemarin kayaknya gue tuh di mos disuruh bawa makanan dan ini lah itulah bla bla bla whatever! ehh tau2nya skrg udah mau kelas 11 aja nih (AMIN) btw i got social class loh :p haha belom mendapatkan sih tp ya udah pasti dapet lah kan ips wkwkwk ga kuat di ipa nih gue kasian bet ya -_- hemmmm tapi!!!!!! baru pertama kali gue ngerasain khawatir , gelisah , takut , deg2an yg amat sangat mendalam!! tau gak apa ? takut ga naik kelas SWEAAAAR!!!! i'm scared about that! takut parah gue ya karna kebandelan gue juga suka bolos hufttttttttt -_- nyesel jg sih ya bolos2an mulu aaaaah pas gue sadar absensi itu juga menentukan naik enggaknya kita ke grade selanjutnya itu pas gue udah bolos banyak bgt!!!!!! HUAAAAA regret banget sumpah demi ga boong , gue ketakutan :'( cuma absensi doang tau yg gue takutin :(((((((((((((((((((((( kalo ga naik kan malu , ga dapet apa2 :( takuttttt. doain ya semua puhleaseeeeeeeeeeeeeeee :'( i want your pray fufufufu . wish me luck btw :)
Loveeeeee ,
Della :)
Loveeeeee ,
Della :)
citaa-cita yg ga j-e-l-a-s
HELL-OOOOOOOOOOOOOO blogger long time no entry ya fu-fu-fu-fu i miss you reaaly <3 <3
hem hem bytheway gue bingung sebenernya mau nge entry apa abisnya ya gue bukan penulis sih (trs knp ya) jadi ya entry2 , post2 yg ada di blog gue itu copas semua dr tumblr sm notes di facebook hahaha :p :p ...............
nahhhhhhhhh skrg gue pengen sharing deh ke kalian masalah cita-cita iya i-m-p-i-a-n untuk menjadi seseorang!!!! *eaaaa wkwkwkwk ga ga ga serius serius . nihhhh dr dulu gue kepengen banget jadi seorang diplomat aaaaaaaaaaaaaa it's my big dream gue pengen kuliah ambil jurusan H.I yeaaaaaaaaaaaaaa i wish i got it a-s-a-p ya kalo udah lulus SMA dong ya maksudnya :p , laluuuuu gue skrg jd dilema tau ;/ gara2 bokap mau kuliahin gue di...............#fillintheblank dan gak ada jurusan H.I disitu ya kayaknya AAAAAH stress kepikiran sampe skrg gmn gue ? masa gue ambil management ? jadi apa gue ? bisnis woman ? gaaaaaaaaah it's a big NO N-O!!!! tp ya gmn lg......... aduh gatau deh ah ah pengen nangis tau rasannya (lebay but it's a big true) tp masih ada pilihan!! ambil jurusan psikologi . ngaaaaaaaaaaaah itu lg -_- hukum disana juga gak ada oh my god gue bingung bgtt ini bntr lg gue kelas 11 trs kelas 12 lulus terus ? nasib gue gmn ? apa ikutin kata papa ? coba ada jurusan H.I disana bokap pasti ga bakal nyuruh ke management sumpah ya ini masa depan gue gmn....... oke lebay tp ini S-E-R-I-U-S ahhhhhh -_______________________- ya... gapapa kali ya ambil aja gitu hoho kali aja bs lebih sukses drpd jd diplomat , toh jd bisnis woman bisa keliling dunia jg kan :p
doain ya semuaaaaaaaaaaa hua wakakakakakakak :ppppp
Loveeeee,,
Della :)
hem hem bytheway gue bingung sebenernya mau nge entry apa abisnya ya gue bukan penulis sih (trs knp ya) jadi ya entry2 , post2 yg ada di blog gue itu copas semua dr tumblr sm notes di facebook hahaha :p :p ...............
nahhhhhhhhh skrg gue pengen sharing deh ke kalian masalah cita-cita iya i-m-p-i-a-n untuk menjadi seseorang!!!! *eaaaa wkwkwkwk ga ga ga serius serius . nihhhh dr dulu gue kepengen banget jadi seorang diplomat aaaaaaaaaaaaaa it's my big dream gue pengen kuliah ambil jurusan H.I yeaaaaaaaaaaaaaa i wish i got it a-s-a-p ya kalo udah lulus SMA dong ya maksudnya :p , laluuuuu gue skrg jd dilema tau ;/ gara2 bokap mau kuliahin gue di...............#fillintheblank dan gak ada jurusan H.I disitu ya kayaknya AAAAAH stress kepikiran sampe skrg gmn gue ? masa gue ambil management ? jadi apa gue ? bisnis woman ? gaaaaaaaaah it's a big NO N-O!!!! tp ya gmn lg......... aduh gatau deh ah ah pengen nangis tau rasannya (lebay but it's a big true) tp masih ada pilihan!! ambil jurusan psikologi . ngaaaaaaaaaaaah itu lg -_- hukum disana juga gak ada oh my god gue bingung bgtt ini bntr lg gue kelas 11 trs kelas 12 lulus terus ? nasib gue gmn ? apa ikutin kata papa ? coba ada jurusan H.I disana bokap pasti ga bakal nyuruh ke management sumpah ya ini masa depan gue gmn....... oke lebay tp ini S-E-R-I-U-S ahhhhhh -_______________________- ya... gapapa kali ya ambil aja gitu hoho kali aja bs lebih sukses drpd jd diplomat , toh jd bisnis woman bisa keliling dunia jg kan :p
doain ya semuaaaaaaaaaaa hua wakakakakakakak :ppppp
Loveeeee,,
Della :)
berantem gara2 mailbox :@
Seorang suami mengantar istri dan anak lelakinya yang masih TK belanja persiapan pesta tahun baru malam ini. Karena ada perlu, sang suami pergi meninggalkan istrinya dan menyuruh mereka agar menghubungi lewat HP jika mereka udah selesai belanja.
Dua jam kemudian, sang istri udah selesai belanja dan menyuruh sang anak agar menghubungi ayahnya untuk menjemput mereka.
Sang anak menghubungi HP ayahnya.
Telpon pertama, gak diangkat. Telepon kedua diangkat cewek, ketiga keempat diangkat cewek terus.
Sang ibu merasa gusar bertanya apa sudah tersambung dengan sang ayah.
Si anak menjawab polos bahwa dia menelepon berkali-kali dan yang mengangkat adalah seorang wanita.
Sang istri murka dan segera berkeliling bersama anaknya Supermarket mencari suaminya. Tak sengaja mereka berpapasan di lift dan tanpa babibu sang istri langsung melayangkan pukulan plak plok ke wajah suaminya.
Para pengunjung nampak kasihan melihat suami lemah tersebut dan melerai mereka. Salah seorang pengunjung memohon pada sang istri agar bersabar.
Sang istri yang kalap mulai menjelaskan tentang perselingkuhan suaminya, karena tiap anaknya telepon selalu ada suara wanita dalam HPnya.
Seorang pengunjung bertanya pada anak tersebut dan sang anak membenarkan. Sang anak bilang tiap dia menelepon HP ayahnya selalu ada wanita yang menjawab “Maaf anda terhubung dengan telkomsel Veronika…”
Dua jam kemudian, sang istri udah selesai belanja dan menyuruh sang anak agar menghubungi ayahnya untuk menjemput mereka.
Sang anak menghubungi HP ayahnya.
Telpon pertama, gak diangkat. Telepon kedua diangkat cewek, ketiga keempat diangkat cewek terus.
Sang ibu merasa gusar bertanya apa sudah tersambung dengan sang ayah.
Si anak menjawab polos bahwa dia menelepon berkali-kali dan yang mengangkat adalah seorang wanita.
Sang istri murka dan segera berkeliling bersama anaknya Supermarket mencari suaminya. Tak sengaja mereka berpapasan di lift dan tanpa babibu sang istri langsung melayangkan pukulan plak plok ke wajah suaminya.
Para pengunjung nampak kasihan melihat suami lemah tersebut dan melerai mereka. Salah seorang pengunjung memohon pada sang istri agar bersabar.
Sang istri yang kalap mulai menjelaskan tentang perselingkuhan suaminya, karena tiap anaknya telepon selalu ada suara wanita dalam HPnya.
Seorang pengunjung bertanya pada anak tersebut dan sang anak membenarkan. Sang anak bilang tiap dia menelepon HP ayahnya selalu ada wanita yang menjawab “Maaf anda terhubung dengan telkomsel Veronika…”
susu , susu :D
Suatu hari kami piknik ke kebun jeruk milik pastor. Agak jauh sih, naik sepeda kira kira 13 km dari kota. Di rumah peristirahatan itu ada broeder (biarawan) Belanda yang kocak dan ramah. Sedang kami asyik istirahat karena capek baru sampai, ia berseru: “Susu! Susu!” Beberapa dari kami berteriak: “Ya! Mau!” Lalu berlari-lari mendekati broeder tersebut. Ia heran mengapa ia diserbu anak-anak dan bertanya: “Mau apa kalian?” Kami jawab: “Mau susu! Katanya ada susu!” Eh, ia malahan ketawa dan berkata: “Oh itu! Saya cuma mau panggil anjing saya. Namanya Susu.” Kecele kan
Kamis, 15 April 2010
kebesaran jiwa seorang ibu
Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. ” Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”.
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. ” Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”.
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.
Langganan:
Komentar (Atom)